Pameran Wisata Produk Unggulan dan Investasi Dorong Masyarakat Ngawi Berinovasi

Bupati Ngawi Budi Sulistyono dan Wakil Bupati Ony Anwar meninjau salah satu stand usai membuka Pameran Wisata Produk Unggulan dan Investasi di Alun Alun Merdeka Ngawi. Acara yang digelar selama tiga hari (19-21/7/2019) tersebut menampilkan puluhan stand miniatur destinasi wisata yang ada di Kabupaten Ngawi. (Foto: Diskominfo Ngawi)

Ketanggi, Ngawi – Pemerintah Kabupaten Ngawi menggelar Pameran Wisata Produk Unggulan dan Investasi di Alun-alun Merdeka Ngawi selama tiga hari (19-21/7/2019). Selain untuk mempromosikan potensi unggulan daerah guna mendorong investasi dan peningkatan ekonomi, pemeran tersebut juga dimaksudkan untuk mendorong masyarakat agar terus berinovasi.

Bupati Ngawi Budi Sulistyono optimis, dengan inovasi dan kreativitas, Kabupaten Ngawi akan mampu berkembang dan siap disejajarkan dengan daerah lainnya. Bupati berharap, event ini bisa menjadi peluang bagi UMKM untuk mengenalkan produknya dan memperluas pasar hingga ke luar daerah. “Dengan acara ini tentunya bisa mengenalkan lebih tajam lagi ke masyarakat wisata unggulan yang ada di sini. Dengan begitu investor bisa masuk di Kabupaten Ngawi,” terangnya, seperti dilansir dari situs informasi Pemkab Ngawi.

Bupati melanjutkan, pihaknya akan terus berupaya meningkatkan kunjungan wisata, salah satunya dengan rencana penyambungan jalur wisata antara air terjun Selondo dan Srambang, yang memiliki jarak sekitar dua kilometer. “Sebentar lagi akan kita sambungkan. Dengan begitu orang tidak akan jauh berwisata hanya di sekitaran situ saja,” imbuhnya.

Sebagai pihak penggagas acara, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Rahmat Didik Purwanto mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud sinergi antar stakeholder dalam mewujudkan visi-misi Kabupaten Ngawi. Didik berharap, kerja sama tersebut bisa mengembangkan pariwisata, produk unggulan, dan investasi yang lebih baik lagi. Selain itu, acara pameran diharapkan menambah energi masyarakat untuk terus berinovasi. “Semoga pameran produk unggulan dan investasi ini benar-benar bisa menambah gairah masyarakat untuk mengembangkan pembangunan ekonomi di sini, tambahnya.

Kembangkan Produk Unggulan dengan Model Klaster Inovasi

Potensi ekonomi dan inovasi yang ada di daerah memang merupakan hal penting untuk dikembangkan. Menteri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengamini hal tersebut, dan menurutnya, strategi pembangunan di daerah harus difokuskan pada pengembangan potensi bisnis yang berbasis pada produk unggulan daerah (PUD). Pengembangan potensi daerah dituntut untuk berinovasi yang berasal dari riset yang dapat dikomersialkan. Berbagai PUD yang bisa dikembangkan antara lain komoditas pertanian, perkebunan, kehutanan, hortikultura, hingga industri kreatif.

Menurut Mantan Rektor Universitas Diponegoro itu, inovasi pengembangan PUD mampu memacu daya saing nasional. Sebab, tingkat daya saing nasional dibentuk dan didukung oleh kemampuan daya saing daerah yang memiliki karakteristik aktivitas ekonomi, infrastruktur, sumber daya alam, kearifan lokal, serta kualitas sumber daya manusia yang beragam. Namun demikian, pengembangan ekonomi daerah yang berbasis iptek dan inovasi harus sesuai dengan kebutuhan industri dan masyarakat.

“Dalam pengembangan riset di daerah, industri harus diajak bicara. Industri butuh apa, potensi alam daerah apa,” terang Nasir, dilansir dari laman Kemenristekdikti. Ia berharap, pertumbuhan riset dan inovasi di daerah baik secara langsung maupun tidak langsung dapat meningkatkan taraf kesejahteraan dan tingkat perekonomian masyarakat di daerah.

Sementara itu, Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kemenristekdikti Jumain Appe meminta agar daerah mengembangkan PUD dengan model klaster inovasi, yakni dengan mendorong kolaborasi dan sinergi peran serta fungsi para inovator. Pendekatan model klaster inovasi dilakukan melalui peningkatan peran perguruan tinggi. “Perguruan tinggi dapat menjadi pusat unggulan yang menghasilkan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan industri di daerah domisili. Perguruan Tinggi harus menjadi agent of region economic development,” tuturnya.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga harus berperan merangsang pertumbuhan investasi serta menciptakan iklim usaha yang kondusif. “Komunitas sebagai pemakai barang dan jasa harus menyadari pentingnya memakai produk dalam negeri,” kata dia.

Add Comment