Pandiva Media Kunjungi Diskominfo Ngawi Bahas Pemberdayaan Desa Berbasis Teknologi Informasi

Kepala Diskominfo Kabupaten Ngawi Prasetyo Hari Adi menerima kunjungan Tim Pandiva Media di ruang kerjanya pada Senin (15/7/2019). Kunjungan tersebut membahas mengenai potensi daerah, desa, dan teknologi informasi.

Ketanggi, Ngawi – Tidak bisa dipungkiri lagi jika sekarang penggunaan teknologi informasi dapat mempengaruhi laju pembangunan daerah, termasuk di desa. Dengan pemanfaatan teknologi informasi yang tepat guna, kemajuan desa bisa didorong, dan sinergi antara pemerintah daerah dan desa bisa lebih optimal dalam memberdayakan masyarakatnya. Berkat sinergitas itu, setidaknya kemajuan desa segaris lurus dengan kemajuan daerahnya.

Di sisi lain, memaksimalkan pemanfaatan teknologi informasi akan berdampak positif bagi pembangunan daerah, terutama bagi pembangunan lintas sektor seperti ekonomi, kesehatan, pendidikan, hingga manajemen pemerintah daerah. Pemberdayaan desa dan daerah ihwal pemanfaatan teknolologi memerlukan proses yang berliku. Maka, kolaborasi dari pelbagai pihak, terutama media sangat diperlukan.

Menghubungkan desa satu dengan yang lainnya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Namun, jika konektivitas antardesa dapat terjalin, apalagi melalui jalur teknologi informasi, bukan tidak mungkin potensi daerah Ngawi dapat lebih banyak berbicara di depan publik. Di sisi lain, sinergitas dan konektivitas antardesa membuka potensi mobilitas sosial yang luas bagi masyarakat Ngawi.

Pembahasan mengenai pemanfaatan teknologi informasi bagi pengembangan desa ini dibahas ketika Tim Pandiva Media mengadakan kunjungan ke Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Ngawi pada Senin (15/7/2019). Dalam pertemuan tersebut, Kepala Diskominfo Prasetyo Hari Adi mengatakan betapa pentingnya penguasaan teknologi informasi bagi masyarakat Ngawi. Karena pada dasarnya, di Ngawi, potensi daerah sangat banyak dan tersebar di banyak desa.

Prasetyo Hari Adi selaku Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Ngawi mengatakan bahwa sudah tepat jika ada program Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di daerah dan desa. Berkat KIM, konektivitas antardesa lebih luwes, dan interaksi sosial masyarakat desa tidak terkotak-kotakkan. ”Makanya KIM ini sangat perlu dimanfaatkan dan juga dimaksimalkan. Juga media memiliki ruang sendiri bagi publikasi, jadi masyarakat tidak bias dalam mencerna informasi mengenai Ngawi,” ujarnya di ruang kerja Kepala Diskominfo.

Perlu Monitoring Agar Teknologi Sesuai Kebutuhan

Sementara itu, Pemimpin Umum Pandiva Media Arif Giyanto mengungkapkan bahwa informasi merupakan suatu kebutuhan sekaligus kewajiban bagi pemerintah desa. Arti lainnya, desa membutuhkan suplai informasi sekaligus perlu produksi informasi. Dua kerja ini hendaknya menjadi siklus sehari-hari pemerintah desa yang akan berdampak positif bagi kedekatan pemerintah dengan masyarakatnya.

KIM, menurut Arif Giyanto, juga sangat diperlukan untuk kelancaran sistem informasi desa. Jika penggunaannya tepat sasaran dan optimal, KIM bisa menjadi ujung tombak bagi pemanfaatan teknologi informasi di tataran kolektivitas warga desa. Kolektivitas warga berbasis teknologi informasi dapat menghasilkan produktivitas yang baik, sehingga kemajuan desa akan mendongkrak kemajuan daerahnya masing-masing.

”Dalam situasi apapun, penggunaan teknologi informasi sangat dibutuhkan. Hanya saja, diperlukan monitoring yang tepat agar penggunaan teknologi informasi benar-benar sesuai kebutuhan dan kewajiban yang ada,” imbuh Arif. (Taufik)