Belajar Menjaga Alam dan Melestarikan Tradisi Lewat Wisata Budaya Keduk Beji

Sebagai destinasi wisata budaya, tradisi Keduk Beji terus dikembangkan dan dilestarikan Pemkab Ngawi. (Foto: Diskominfo Ngawi)

Kasreman – Pemerintah Kabupaten Ngawi terus berkomitmen dalam melestarikan tradisi, sekaligus sebagai upaya akselerasi pembangunan di sektor pariwisata. Salah satunya melalui Keduk Beji atau upacara adat bersih sendang yang diselenggarakan di Desa Tawun, Kecamatan Kasreman, dalam kurun beberapa tahun terakhir mulai menjadi destinasi wisata budaya.

Bupati Ngawi Budi Sulistyono mengatakan, upacara adat tersebut akan terus dikembangkan lantaran potensinya yang luar biasa. Perhatian pemkab terhadap tradisi Keduk Beji tidak sekadar untuk melestarikan budaya semata, tetapi juga untuk mengembangkan potensi pariwisata. Sektor pariwisata, menurutnya, mampu menjadi sumber ekonomi sekaligus sebagai wadah pemberdayaan masyarakat. “Kita akan kembangkan lagi lebih tajam, menjadi sumber wisata dan ekonomi,” papar Bupati, dilansir dari laman resmi Pemkab Ngawi.

Sementara Wakil Bupati Ony Anwar melalui Keduk Beji ini, generasi muda diimbau untuk mencintai tradisi yang adiluhung. Dengan adanya tradisi ini, imbuh Ony, masyarakat Ngawi khususnya warga Desa Tawun diharapkan selalu menjaga alam dengan membersihkan sumber mata air, agar senantiasa bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar.

“Kedepannya, tradisi Keduk Beji dalam tahun ke tahun diupayakan semakin semarak dan meriah, serta menjadi daya tarik wisata dengan tidak meninggalkan esensi dari tradisi Keduk Beji itu sendiri,” ujar Wabup.

Senada, Plt Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Raden Rudi Sulisdiana menerangka, ke depannya tradisi tersebut akan tersu dikembangkan dan dilestarikan, sekaligus dipatenkan. “Keduk Beji menjadi salah satu ikon wisata di Kabupaten Ngawi yang akan dipatenkan. Kami akan presentasikan di Jakarta dalam waktu dekat ini, sehingga tidak bisa diklaim daerah lain,” terangnya.

Mengembangkan Pariwisata Berbasis Budaya

Pariwisata budaya menurut Muljadi (2009) merupakan kegiatan perjalanan untuk mengunjungi tempat tertentu dengan tujuan rekreasi, pengembangan diri, atau mempelajari daya tarik budaya dari tempat tersebut. Contoh pariwisata budaya antara lain: wisata religi, wisata edukasi, wisata sejarah, wisata kota, dan sebagainya.

Wisata berbasis budaya adalah salah satu jenis kegiatan pariwisata yang menggunakan kebudayaan sebagau objek utamanya. Paling tidak ada 12 unsur kebudayaan yang dapat menarik kedatangan wisatawan, yaitu: bahasa, masyarakat, kerajinan tangan, makanan dan kebiasaan makan, musik dan kesenian, sejarah suatu tempat, cara kerja dan teknologi, agama yang dinyatakan dalam cerita atau sesuatu yang dapat disaksikan, bentuk dan karakteristik arsitektur di masing-masing daerah tujuan wisata, tata cara berpakaian penduduk setempat, sistem pendidikan, dan aktivitas pada waktu senggang.

Sutiarso, dkk (2018) dalam penelitiannya menawarkan sebuah strategi dalam upaya pengembangan pariwisata berbasis budaya, yakni strategi diversifikasi. Strategi ini memanfaatkan kekuatan untuk mendapatkan peluang dalam pengembangan produk wisata saat ini, menciptakan produk baru, dan pendistribusian produk (pemasaran). Strategi ini dapat dilakukan dengan memerhatikan tiga aspek, yaitu aspek pengembangan produk, pengelolaan, dan pemasaran.

Dari sisi pengembangan dan pengelolaan produk, pokdarwis harus konsisten dalam mengorganisasikan dan melaksanakan program-program yang telah direncanakan, dengan tetap melibatkan masyarakat desa secara aktif. Untuk menjaga konsistensi program tersebut, pokdarwis memerlukan adanya pihak yang mengawasi kinerja mereka, yaitu melalui pembentukan kelompok atau organisasi pengawas pengembangan kepariwisataan desa.

Dari aspek pemasaran bisa dilakukan dengan cara mengoptimalkan pemanfaatan teknologi (media sosial) untuk membentuk destination image sebagai desa wisata berbasis budaya dan memperluas kerja sama dengan pihak luar desa (pemerintah atau swasta) untuk mendatangkan wisatawan sesuai target pasar yang diinginkan.

Add Comment