Djarum Foundation Hijaukan Benteng Van Den Bosch

Djarum Foundation bekerja sama dengan Kodam V Brawijaya mengajak generasi milenial untuk menghijaukan kembali Benteng Van Den Bosch melalui program Siap Sadar Lingkungan (Siap Darling) pada Rabu (14/8). (Foto: Djarum Foundation)

Pelem, Ngawi – Benteng Van Den Bosch atau yang dikenal oleh masyarakat dengan sebutan Benteng Pendem merupakan salah satu objek wisata bersejarah di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Guna menjaga cagar budaya tersebut, Djarum Foundation bekerja sama dengan Kodam V Brawijaya mengajak generasi milenial untuk menghijaukan kembali Benteng Van Den Bosch melalui program Siap Sadar Lingkungan (Siap Darling) pada Rabu (14/8).

Program ini diikuti oleh 250 mahasiswa yang berasal dari berbagai universitas di sekitar Ngawi, Madiun dan Solo yang menanam sebanyak 130 pohon dan tanaman berbunga, di mana bibit yang ditanam berasal dari Pusat Pembibitan Tanaman (PPT) Bakti Lingkungan Djarum Foundation yang terletak di Kudus, Jawa Tengah.

“Djarum Foundation melihat bahwa generasi milenial memiliki semangat besar untuk menjaga dan merawat lingkungan. Semangat dan motivasi inilah yang kemudian diimplementasikan melalui gerakan Siap Darling yang bertujuan menciptakan ekosistem pelestarian lingkungan yang berkelanjutan dan menularkan kebiasaan baik ini di masyarakat luas,” ungkap FX Supanji, Vice President Director Djarum Foundation.

andim 0805/Ngawi Letkol Arh Hany Mahmudhi, S.E menyambut baik upaya Djarum Foundation melestarikan situs sejarah melalui program Siap Darlling. Dengan hadirnya gerakan ini, diyakini dapat mendorong generasi muda untuk semakin mencintai dan menghargai jasa-jasa para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan.

“Benteng ini merupakan sebuah tempat yang sangat penuh nilai sejarah yang tentunya harus dilestarikan. Apa yang dilakukan Djarum Foundation bersama mahasiswa hari ini adalah upaya untuk menjaga dan terus mengenang perjuangan para pahlawan,” ujar Mahmudhi.

Tanam Trembesi di Tepi Tol Ngawi-Kertosono

Tidak hanya penghijauan di kawasan Benteng Pendem, melalui program Djarum Trees For Life (DTFL) Trans Jawa di Jawa Timur, Bakti Djarum Foundation juga melakukan penanaman trembesi dengan total 157 kilometer di tiga ruas tol Trans Jawa. Tiga rua tol tersebut meliputi 36 kilometer Surabaya-Mojokerto, 34 kilometer Gempol-Pasuruan, dan 87 kilometer Ngawi-Kertosono.

Vice President Director Djarum Foundation FX Supanji mengatakan, upaya ini merupakan langkah inovatif untuk memperbaiki lingkungan dan kualitas udara demi masa depan negeri yang lebih baik. “Program ini merupakan komitmen Djarum Foundation terhadap lingkungan guna mengurangi efek pemanasan global dan menciptakan lingkungan yang bersahabat bagi Indonesia di masa depan,” tutur Supanji.

Ia melanjutkan, upaya penanaman trembesi ini adalah program yang berkelanjutan. Djarum Foundation berkomitmen untuk merawat pohon trembesi selama tiga tahun sejak hari penanaman. Tindakan perawatan ini meliputi penyiraman, pemupukan, pemangkasan, sampai penggantian bibit baru jika ada pohon yang rusak atau mati.

Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar dan Direktur Utama PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri Iwan Moedyarno, menyambut baik program penanaman pohon yang dilakukan Djarum Foundation. Keduanya sepakat bahwa penanaman pohon di ruas tol tersebut dapat mengurangi polusi yang disebabkan kendaraan yang lalu lalang.

Add Comment