Taman Soeratmo, Objek Wisata Desa Rasa Eropa

Taman Soeratmo merupakan salah satu destinasi wisata baru yang berlokasi di Dusun Blego, Desa Ngale, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi. Awalnya hanya lahan sawah kering, kini diubah menjadi area desa wisata lokal dengan menghadirkan taman beraroma khas Negara Eropa. (Foto: Warta Wisata)

Kedunggalar – Taman Soeratmo menjadi salah satu destinasi wisata baru di Kabupaten Ngawi. Taman bunga tersebut berlokasi di Dusun Blego, Desa Ngale, Kecamatan Kedunggalar. Pemerintah desa setempat membangun taman wisata bunga di area persawahan yang tidak produktif agar lebih bermanfaat, sekaligus menarik wisatawan untuk berkunjung.

Kepala Desa Ngale Yan Teguh menuturkan bahwa awalnya lahan sawah kering tersebut dipakai untuk olahraga. Supaya lebih bermanfaat, maka pihaknya mengubah lahan tersebut menjadi taman. Teguh juga sempat menghidupkan potensi desa dengan menghadirkan festival bumi krapyak. Kini tanah milik orang tuanya diubah menjadi area desa wisata lokal dengan menghadirkan taman beraroma khas Negara Eropa.

Dirinya mengaku terispirasi membuat taman bunga setelah berkunjung ke salah satu tempat di Gunung Kidul, Yogyakarta.

“Saya terinspirasi ketika datang ke tempat kawan di daerah Gunung Kidul. Di sana saya melihat tanaman bunga yang indah sehingga saya tertarik untuk menanamnya. Saya berfikir bahwa bunga ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi orang yang ingin melihatnya, sehingga saya buatkan tempat serta ditambah dengan bangunan-bangunan yang mempunyai nilai seni tempat wisata ini,” terangnya.

Selain taman bunga, saat ini tengah dipersiapkan tempat memancing dan kolam renang anak di Taman Soeratmo. Agar terlihat cantik dan indah, sejumlah bunga yang ditanam di Taman Soeratmo didatangkan dari luar daerah. Selain itu, di area taman juga ditambah replika Menara Eiffel (Paris), Colloseum (Roma), rumah kayu, dan rumah kurcaci, sehingga menjadi objek swafoto yang menarik.

Dukung Destinasi Wisata dengan Pembangunan Infrastruktur

Pembangunan infrastruktur jalan di Dusun Blego dengan menggunakan dana desa pun terus dilakukan. Tim Pengelola Kegiatan Joko Isnandar mengatakan, pembangunan tersebut terus dilakukan guna memperlancar transportasi warga, utamanya untuk akses hasil pertanian, pendidikan, kesehatan, maupun pariwisata.

“Dengan adanya infrastruktur yang layak, tentu sangat membantu masyarakat dalam berbagai hal, dan yang lebih utama dalam rangka mendongkrak ekonomi warga desa,” ujar Joko.

Dengan area persawahan seluas 358,417 hektar, juga terdapat komoditas unggulan lainnya, karena luas ladang sendiri juga mencapai luas 17 hektar. “Apalagi sekarang terdapat destinasi wisata desa berupa Taman Soeratmo. Dengan adanya taman wisata ini, yang sekarang mulai dikenal warga luar desa bahkan luar kota maka dengan adanya kondisi jalan yang layak menjadikan wisata ini makin diminati,” katanya.

Secara orbitasi, jarak ke pusat pemerintahan kecamatan hanya 6 KM, serta jarak tempuh ke kabupaten sekitar 8 KM, Desa Ngale mempunyai luas 660,347 Ha. Sementara untuk jumlah keluarga prasejahtera ada sebanyak 227 kepala keluarga (KK), untuk sarana dan prasarana kesehatan sudah sangat memadai dengan adanya puskesmas pembantu satu unit dan enam posyandu. Untuk pendidikan, ada satu perpustakaan desa, enam lembaga pendidikan agama, empat gedung TK, empat gedung SD, dan satu gedung SMP.

Add Comment