Ajak Petani Terapkan Sistem Organik, Rizki Syairul Barokah Didapuk Jadi Nominator Pemuda Pelopor Nasional

Rizki memaparkan mengenai pertanian organik yang menjadi program unggulannya kepada tim penilai dari Kemenpora. (Foto: Diskominfo Ngawi)

Pangkur – Rizki Syairul Barokah, warga Desa Ngrompo, Kecamatan Pangkur, Kabupaten Ngawi tengah giat dan gigih mengajak petani yang ada di desanya untuk menerapkan sistem pertanian organik. Berkat kegigihannya, Rizki dinobatkan menjadi salah satu nominator dari lima pemuda asal Provinsi Jawa Timur yang berhasil masuk dalam penilaian nasional sebagai Calon Pemuda Pelopor Kemenpora RI.

Dalam rilis resmi Pemkab Ngawi, Rizki menerangkan bahwa mengajak petani untuk bertani organik bukan perkara mudah, sebab hasil panen dengan metode ini hasilnya tidak sebanyak menggunakan pupuk kimia. “Yang susah itu mengubah mindset petani. Tapi dengan bukti, akhirnya banyak petani yang sudah mulai mencobanya,” terangnya.

Kendala lain, menurut Rizki, petani harus mau bersabar. Sebab ketika menanam pertama dengan metode organik, pertumbuhannya jauh berbeda dengan metode tanam menggunakan obat kimia. “Selain itu pemasukan agak lama, karena kita juga menjual berasnya itu mandiri,” imbuhnya.

Ia pun menyampaikan rasa syukurnya dan berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung, terutama Pemkab Ngawi, yang selama ini telah memfasilitasinya hingga menjadi salah satu nominator di Jatim. “Terutama dari Dinas Pertanian yang banyak memberikan pelatihan, dan pembiayaan untuk sertifikasi organik,” ujar Rizki.

Wakil Bupati Ony Anwar mengatakan, yang membuat sulit dalam implementasi pertanian organik adalah konsistensi bertani organik. Pemerintah, menurutnya, belum tentu bisa mengajak satu desa untuk bertani organik. “Ini yang perlu ada penilaian khusus, sebab secara konsep sudah lama dan menjaga konsistensinya ini menjadi nilai plus,” ujarnya.

Ia melanjutkan, jika yang dilakukan Rizki ini mendapatkan perhatian khusus serta intervensi dari pemerintah pusat secara berkelanjutan, bukan tidak mungkin ketahanan pangan akan terjaga dan terpenuhi. “Harapan besar bagi seluruh warga Kabupaten Ngawi khususnya Desa Ngrompo, Rizki bisa menang menjadi Pemuda Pelopor 2019,” terang Wabup.

Dikunjungi Tim Penilai dari Kemenpora

Tim penilai dan verifikasi dari Kemenpora RI pada Selasa (10/9/2019) lalu melakukan tinjauan langsung di lapangan terhadap Calon Pemuda Pelopor Tingkat Nasional 2019. Rombongan tim penilai ini disambut oleh Wabup di Pendopo Wedya Graha. Usai diterima Wabup, rombongan menuju Desa Ngrompo untuk bertemu dan mendengarkan pemaparan Rizki mengenai pertanian organik yang menjadi program unggulannya.

Tim penilai dari Kemenpora RI diwakili Kepala Bidang Kaderisasi dan Kepemimpinan Agus Nilmada Azmi, didampingi Kabid Kepemudaan Dinas Kepemudaan dan Olahraga Jatim Haris Ramadhan. Seperti yang disampaikan Agus, akan ada empat kriteria dalam penilaian kali ini, yaitu kepemimpinan, keuletan, dampak, dan kreativitas.

“Tapi yang paling tinggi nilainya untuk kriteria kepemimpinan. Di sini selain pemaparan nanti juga ada diskusi untuk menambah poin proposal yang diberikan Mas Rizki,” terang Agus.

Hingga akhir penentuan nanti, menurutnya masih ada penilaian 2 sampai 3 tahapan lagi. Setelah calon pemuda pelopor dinilai layak untuk mengikuti proses selanjutnya, pihak terkait akan dipanggil ke Jakarta untuk mengikuti seleksi akhir dengan mempresentasikan kepeloporannya ke depan dewan juri.