Galeri Serena, Wadah UMKM di Kabupaten Ngawi yang Siap Hadapi Pasar Global

Kadinkop Ngawi Taufik Agus Susanto meninjau produk UMKM di Galeri Serena. (Foto: Dinas Koperasi Ngawi)

Margomulyo, Ngawi – Warga Kabupaten Ngawi sekarang memiliki galeri terintregrasi yang bisa menampung produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mereka. Dalam melewati berbagai rintangan, galeri yang diresmikan oleh Dinas Koperasi Ngawi pada Mei lalu sebelumnya sempat timbul tenggelam dan kini siap menghadapi tantangan pasar global.

Galeri Serena yang berlokasi di eks area Dinas Koperasi ini sudah berdiri sejak 15 April 2009. Namun, lantaran minimnya pengelolaan, perkembangannya selalu timbul tenggelam. Di tahun ini, galeri tersebut kembali dirintis dan pengelolaannya diserahkan kepada pihak ketiga dengan harapan lebih terorganisir dan membawa pengusaha UMKM NGawi semakin maju dalam menghadapi pasar global.

Perintisannya kembali ini dibuka secara langsung oleh Kepala Dinas Koperasi M. Taufik Agus Susanto dengan disaksikan puluhan anggota Serena. “Dalam data kami ada sekitar 70 lebih UMKM di kabupaten Ngawi, yang terdiri dari pengusaha handycraft, makanan dan jasa ini kembali kita tumbuhkan agar keberadaan mereka bisa di terima di lokal maupun juga internasional,” tegas Kadinkop.

Beroperasinya kembali galeri yang berisi segala produk asli asal Ngawi yang terdiri ari batik, makanan ringan, dan handycraft ini menandai munculnya semangat baru dalam hal pengelolaan. Pengembangan akan terus dilakukan supaya galeri ini tetap mendapatkan tempat dan mampu berkompetisi di era pasar global.

“Saya harap Serena bisa menjadi wadah yang postif dalam peningkatan UMKM di Kabupaten Ngawi terlebih lagi menyambut pasar global yang menuntut para pengusahanya untuk lebih maju dan kreatif guna memenuhi pangsa pasar,” kata Kepala Dinas Koperasi Ngawi.

UKM Butuh Edukasi dan Pembinaan Hadapi Persaingan Pasar Global

Dalam menghadapi persaingan bisnis global yang semakin ketat, para pelaku UMKM tidak hanya dituntut untuk memiliki modal yang cukup dan teknik produksi yang baik saja, tetapi juga harus memiliki manajemen pesaing yang baik. Sesuai namanya, persaingan bisnis pasar global yang dihadapi oleh pengusaha tidak hanya terbatas pada pasar lokal saja, namun juga melibatkan para pelaku usaha dari berbagai belahan dunia.

Sekretaris Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM, Devi Rimayanti mengatakan, dibutuhkan strategi pengembangan UMKM melalui edukasi dan pembinaan untuk para UKM dan mentornya. Hal ini agar mereka memiliki wawasan, keterampilan, serta pengetahuan guna menciptakan UKM yang mandiri dan mampu bersaing dalam pasar global.

Menurut Devi, dalam era revolusi industri 4.0, ada tiga tantangan pokok yang harus dipahami pelaku UKM, yakni teknologi, otomatisasi, dan disrupsi. Hanya saja, lanjut dia, untuk menghadapi tantangan tersebut, perlu membangun pendampingan dan memperkuat jaringan usaha yang saling mendukung.

“Sehubungan dengan hal tersebut, diperlukan pendampingan mentor dan advice untuk UKM secara langsung, sehingga diharapkan UMKM bisa naik kelas dan mampu memenuhi kebutuhan permintaan pasar global,” ujar Devi.

Selain itu, lanjut Devi, prinsip “Go Modern” menjadi langkah yang harus dipikirkan agar produk UMKM dapat bersaing di pasar global. Yakni dengan memperhatikan aspek kualitas dan kuantitas produk sesuai permintaan pasar global. Tidak lupa untuk memanfaatkan digital marketing dalam melakukan kegiatan pemasarannya. Pada saat menentukan produk, pelaku bisnis perlu melakukan riset terlebih dahulu.

“Perhatikan tren pasar yang sedang berkembang saat ini dan lihat seberapa besar peluang pasar dari produk tersebut. Ini penting dilakukan sehingga dapat menciptakan produk yang memang sedang dibutuhkan oleh pasar,” urai Devi.