Sekda Ngawi: Butuh Inovasi Untuk Capai Percepatan Pembangunan Ekonomi Daerah

Saat membuka seminar percepatan pembangunan ekonomi, Sekda Ngawi tekankan OPD di Kabupaten Ngawi harus inovatif untuk mencapai percepatan pembangunan ekonomi daerah. (Foto: Diskominfo Ngawi)

Margomulyo, Ngawi – Pembangunan ekonomi merupakan serangkaian dari kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Untuk mencapai percepatan pembangunan ekonomi di suatu daerah, utamanya di era revolusi industri, yang dibutuhkan adalah inovasi.

Hal tersebut ditekankan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Ngawi M. Sodiq Triwidiyanto saat membuka seminar percepatan pembangunan ekonomi bertajuk “Strategi Kebijakan dalam Rangka Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kabupaten Ngawi”, bertempat di Gedung Notosuman, Desa Margomulyo, Kecamatan Ngawi, Selasa (3/9/2019). “Selain itu, perlu adanya pergerakan sampai detail, konsistensi serta pengawasan di setiap OPD,” imbuh Sekda.

Dalam keterangan tertulis di laman resmi Pemkab Ngawi, Sekda menerangkan bahwa seminar tersebut digelar sebagai upaya Pemkab Ngawi untuk meningkatkan wawasan dalam pengambilan kebijakan strategis pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Ngawi. “Oleh karenanya wawasan ini memang penting untuk menambah bahan-bahan dalam hal pengambilan kebijakan,” terang Sodiq.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan (Bappelitbang) Ngawi Indah Kusuma Wardhani mengatakan bahwa isu yang dibahas dalam seminar salah satunya terkait dengan kebijakan pembangunan yang selaras dengan visi misi Gubernur Jawa Timur dan telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangkan Menengah Daerah (RPJMD). “Meliputi strategi dan kebijakan pembangunan ekonomi Pemerintah Provinsi Jatim, akselerasi pembangunan ekonomi, struktur pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Ngawi,” uran Indah.

Acara tersebut menghadirkan pejabat lingkup Pemkab Ngawi, Camat, Kepala BUMD, dan kepala perbankan di Ngawi sebagai peserta; serta tiga narasumber yaitu dari Bappeda Jatim Andhika P. Herlambang, Perwakilan Bank Indonesia Cabang Kediri Nasrulloh, dan dari Badan Statistik Ngawi Pratama Adia Resty.

Strategi Pembangunan Ekonomi Daerah

Pembangunan ekonomi daerah adalah suatu proses di mana pemerintah daerah dan masyarakatnya mengelola sumberdaya-sumberdaya yang ada dan membentuk suatu pola kemitraan antara pemerintah daerah dengan sektor swasta untuk menciptakan suatu lapangan kerja baru dan merangsang perkembangan kegiatan ekonomi dalam wilayah tersebut.

Masalah pokok dalam pembangunan daerah adalah terletak pada penekanan terhadap kebijakan-kebijakan pembangunan dan didasarkan pada kekhasan daerah yang bersangkutan dengan menggunakan potensi sumber daya manusia, kelembagaan, dan sumber daya fisik secara lokal. Orientasi ini mengarahkan kepada pengambilan inisiatif-inisiatif yang berasal dari daerah tersebut dalam proses pembangunan untuk menciptakan kesempatan kerja baru dan merangsang peningkatan kegiatan ekonomi.

Staf Pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sam Ratulangi Manado Hanly Fendy Djohar Siwu mengelompokkan strategi pembangunan ekonomi daerah ke dalam empat kelompok besar, yaitu: strategi pembangunan fisik/lokalitas; strategi pengembangan dunia usaha; strategi pengembangan sumber daya manusia; dan strategi pengembangan masyarakat.

Melalui pengembangan program perbaikan kondisi fisik/lokalitas daerah yang ditujukan untuk kepentingan pembangunan industri dan perdagangan, pemerintah daerah akan berpengaruh positif bagi pembangunan dunia usaha daerah. Alat untuk mencapai tujuan pembangunan fisik mencakup: pembuatan bank tanah; pengendalian perencanaan dan pembangunan, penataan kota; pengaturan tata ruang dengan baik; penyediaan perumahan dan pemukiman yang baik; dan penyediaan infrastruktur seperti sarana air bersih, listrik, taman-taman, sarana parkir, dan sebagainya.

Pengembangan dunia usaha merupakan komponen penting dalam perencanaan pembanguna ekonomi daerah karena daya tarik, kreasi, atau daya tahan kegiatan dunia usaha merupakan cara terbaik untuk menciptakan perekonomian daerah yang sehat. Beberapa alat untuk mengembangkan dunia usaha ini antaralain: penciptaan iklim usaha yang baik bagi dunia usaha; pembuatan pusat informasi terpadu yang dapat memudahkan masyarakat dunia usaha dalam berhubungan dengan pemda; pendirian pusat konsultasi dan pengembangan usaha kecil; pembuatan sistem pemasaran bersama untuk menghindari skala yang tidak ekonomis dalam produksi; dan pembuatan lembaga penelitian dan pengembangan.

Sumber daya manusia merupakan aspek yang paling penting dalam proses pembangunan ekonomi. Oleh karenanya, peningkatan kualitas dan keterampilan sumber daya manusia adalah suatu keniscayaan. Pengembangan kualitas sumber daya manusia ini dapat dilakukan dengan cara antara lain: pelatihan dengan sistem customized training; pembuatan bank keahlian; penciptaan iklim yang mendukung bagi berkembangnya lembaga-lembaga pendidikan dan keterampilan di daerah; dan pengembangan lembaga pelatihan bagi penyandang disabilitas.

Selain tiga strategi di atas, strategi keempat ini tidak bisa ditinggalkan dalam prinsip pengembangan ekonomi daerah. Strategi pengembangan ekonomi masyarakat belakangan kegiatan-kegiatannya berkembang marak di Indonesia. Tujuan kegiatan ini (seperti pemberdayaan masyarakat) adalah untuk menciptakan manfaat sosial, misalnya melalui penciptaan proyek-proyek padat karya untuk memenuhi keuntungan dari usahanya.