STKIP PGRI Ngawi Resmi Gabung Unipma

Rektor Unipma Parji bersama undangan dan manajemen STKIP PGRI Ngawi foto bersama usai acara peresmian. (Foto: persedukasi)

Ngawi – STKIP PGRI Ngawi kini resmi menyatukan diri dan berganti nama menjadi Universitas PGRI Madiun (Unipma). Peresmian itu secara simbolis dilaksanakan pada Kamis (19/9/2019) di halaman Kampus STKIP PGRI Ngawi.

Penyatuan itu dilakukan demi pengembangan perguruan tinggi yang lebih berkualitas, profesional, unggul, serta kompetitif. Unipma kini menjadi salah satu perguruan tinggi swasta unggulan di Jawa Timur dan masuk daftar 52 perguruan tinggi terbaik di Indonesia dalam pemeringkatan kemahasiswaan oleh Kemenristekdikti.

Acara tersebut dihadiri oleh Rektor Unipma dan sejumlah perwakilan mahasiswa, serta beberapa tamu penting, di antaranya Ketua PPLP PGRI Madiun, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) Wilayah VII Jawa Timur, Ketua Umum PB PGRI Pusat, dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ngawi.

Kepala LL Dikti Wilayah VII Jawa Timur Soeprapto mengatakan, penggabungan STKIP Ngawi dan Unipma akan membawa pengaruh besar dalam pengembangan potensi sumber daya manusia di Ngawi. “Perkembangan bidang pendidikan di Ngawi cukup pesat. Jumlah SDM yang mengenyam pendidikan hingga tingkat S-1 juga semakin banyak,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum PB PGRI pusat Unifah Rosyidi memberikan acungan jempol penyatuan STKIP PGRI Ngawi dan Unipma. Sebab, hal itu membuktikan kemampuan kedua kampus tersebut dalam mengurai persoalan administrasi dan pangkalan data perguruan tinggi (PDPT) yang rumit. “Ini tidak mungkin terjadi tanpa adanya pemimpin yang visioner,” ujarnya.

Mencetak Tenaga Didik Profesional

Langkah STKIP PGRI Ngawi menyatukan diri ke Unipma disambut baik oleh Rektor Unipma, Parji. Menurutnya, hal tersebut merupakan keinginan tulus manajemen STKIP PGRI Ngawi untuk meneruskan cita-cita dalam mencetak lebih banyak tenaga pendidik profesional yang berdaya saing global. “Jadi, kalau di Ngawi sudah ada perguruan tinggi yang berkualitas, tidak perlu lagi jauh-jauh kuliah di luar kota,” kata Rektor Unipma.

Untuk memperkuat brand Unipma, pihaknya bakal secepatnya melakukan sejumlah pembangunan di kampus Ngawi. Pun, dia berharap pemerintah daerah setempat juga membantu. “Lokasi kampus Ngawi sangat strategis. Kami akan segera melakukan face-off agar eksistensi Unipma di Ngawi dikenal masyarakat,” jelas Parji.

Unipma saat ini memiliki 27 program studi (prodi). Yang terbaru ilmu hukum dan manajemen pajak. Hal itu sekaligus memudahkan calon mahasiswa mengambil jurusan sesuai minat dan kemampuannya. “Mulai semester ini akan dibuka semua program studi di kampus Ngawi,” ujar Parji.