Penopang Destinasi Wisata, Bupati Ngawi Resmikan 10 Pasar Tradisional

Bupati Ngawi saat peresmian Pasar Wisata Jogorogo (Foto: Pemkab Ngawi)

Ngawi — Revitalisasi pasar tradisional merupakan program Pemerintah Kabupaten Ngawi. Terdapat 10 pasar yang telah direvitalisasi oleh Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja kabupaten Ngawi. Pada Minggu, (29/12/2019), Bupati Ngawi, Budi Sulistyono meresmikan 10 pasar, rumah kemasan dan klinik bisnis. Acara peresmian tersebut, di pusatkan di Pasar Wisata Jogorogo.

Adapun 9 pasar lainnya yang turut diresmikan oleh bupati yaitu, Pasar Kedunggalar, Pasar Paron, Pasar Gentong, Pasar Simo, Pasar Samben, Pasar Mluwur, Pasar Agro Ngrambe, Pasar Sine, dan Pasar Walikukun.

Menurut Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Tenaga Kerja, Yusuf Rosyadi selain pasar juga diresmikan Rumah Kemasan dan Klinik Bisnis, untuk memfasilitasi pengrajin yang mengalami kesulitan membuat kemasan menjadi lebih menarik,

“Sedangkan Klinik Bisnis sebagai pusat konsultasi bisnis bagi pemula yang didampingi konsultan berpengalaman tentang seluk beluk bisnis,” ungkapnya.

Tidak hanya berbagi pengalaman bisnis, lanjutnya, keberadaan tempat tersebut bisa menjadi tempat untuk mengetahui banyak hal tentang aspek legalitas, proses bisnis, pemasaran, hingga lika-liku perbankan untuk permodalan.

Penopang Destinasi Wisata

Yusuf Rosyadi menegaskan, Pasar Wisata Jogorogo dapat menjadi penopang destinasi wisata.

“ Pasar Wisata Jogorogo ini nantinya akan menjadi penopang destinasi wisata di wilayah Kene Bejo (Kendal, Sine, Ngrambe, Jogorogo), dimana wilayah ini tersebar wisata andalan Kabupaten Ngawi,” tegasnya.

Bupati Ngawi dalam sambutannya mengatakan bahwa pasar yang diresmikan ini akan tetap menjadi pasar tradisional, hanya saja tampilannya lebih dibuat modern.

“Dengan tampilan warna yang menarik, masyarakat akan tertarik datang ke pasar-pasar ini. Untuk Pasar Jogorogo, akan dijadikan pasar wisata, terutama bagi pengunjung di Srambang,” ungkapnya.

Bupati Ngawi, menambahkan, Rumah Kemasan menambahkan packaging menjadi daya tarik pertama konsumen ketika membeli.

“Dengan adanya Rumah Kemasan ini, saya berharap kualitas produksi yang bagus akan didukung dengan kemasan yang menarik, sehingga produk tersebut semakin meningkatkan nilainya,” katanya.

Orientasi pada kebutuhan masyarakat, tambahnya,  menjadi hal utama dalam menghasilkan sebuah produk sehingga bisa laku dijual.

“Kita tidak hanya jago produksi tapi juga memasarkannya. Dan, kita juga harus terus selami apa saja yang menjadi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Peresmian ini dilakukan Bupati Ngawi secara simbolis dengan menandatangani prasasti dan pemotongan pita bersama Sekretaris Daerah Ngawi, Mokh. Sodiq Triwidiyanto, Komisi II DPRD Ngawi, pejabat lingkup Pemkab Ngawi, Camat se-Kabupaten Ngawi.