Gotong Royong Perekat dalam Kehidupan Bermasyarakat

Kegiatan gotong royong perbaikan jalan gang Dusun Ngronggi (Foto: Pemdes Grudo)

GRUDO, Ngawi — Dalam menjaga komunikasi antar warga, RT: 04, RW: 02, Dusun Ngronggi, Desa Grudo, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi selalu melakukan gotong royong untuk kegiatan membangun maupun merawat sarana umum. Hal tersebut sebagai bentuk partisipasi warga dalam menjaga persatuan dan kesatuan di lingkungan sesuai amanah Undang Undang dasar 45.

Pada Minggu, (05/01/2020), warga beriniaiasi melakukan normalisasi gang Dusun Ngronggi. Hal ini dilakukan atas respon dari keluhan warga terhadap kondisi jalan yang sudah mulai rusak.

Tradisi gotong royong ini sudah ada sejak nenek moyang dan menjadi menjadi milik bangsa Indonesia. Tradisi seperti ini harus terus digalakkan dan terus di pupuk dengan terus melibatkan generasi muda.

Perekat dalam Kehidupan Bermasyarakat

Arifuddin Jauhari, Ketua RT 04, mengungkapkan bahwa gotong royong sebagai perekat masyarakat dan keberadaannya harus selalu dijaga.

” Gotong royong menjadi perekat dalam kehidupan bermasyarakat. Ini harus tetap dijaga agar tidak berhenti dan tetap terjaga,” ungkapnya.

Masyarakat Dusun Ngronggi dalam implementasi nilai-nilai gotong royong, masyarakat tidak harus terlibat langsung dengan datang ke kegiatan. Namun, bisa diwujudkan dalam bentuk lain. Itu sudah biasa dan jamak terjadi pada masyarakat Dusun Ngronggi. Semisal, dengan menyuguhkan konsumsi berupa air minum maupun makanan.

Udin, salah satu warga Dusun Ngronggi menjelaskan bahwa, gotong royong dapat berbentuk makanan, tidak harus menyumbang tenaga.

“Biasanya warga yang tidak bisa hadir menyediakan kosumsi. Kadang kopi, teh maupun makanan. Jadi tidak harus datang untuk menyumbang tenaga. Dan itu sudah menjadi tradisi di lingkungan,” jelasnya.

Ia menambahkan, bahwa persatuan dan kesatuan dalam masyarakat sangatlah penting.

“Kita mencoba untuk memberikan pemahaman terhadap pentingnya persatuan dan kesatuan dibalik makna gotong royang,” pungkasnya.

Add Comment