Merasa Sudah Mandiri, Empat Warga Desa Dero Penerima PKH Graduasi

Salah satu warga Desa Dero yang mengundurkan diri dari penerima PKH (Foto: Pemdes Dero)

BRINGIN, Ngawi — Merasa sudah mandiri 4 ( Empat ) anggota PKH ( Program Keluarga Harapan ) warga Desa Dero Kecamatan Bringin Kabupaten Ngawi, mengundurkan diri ( Graduasi ) dari Anggota Kelompok KPM PKH ( Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan ). Hal tersebut dilakukan secara sukarela oleh masing-masing para penerima manfaat yang dibuktikan dengan surat pernyataan yang langsung ditanda tangani oleh para keluarga penerima manfaat, pada Kamis, (09/01/2020).

Salah satu keluarga penerima manfaat yang mengundurkan diri, Sumarsih (36 tahun), merupakan warga Dusun Tegal Duwur, Desa Dero, Kecamatan Bringin Kabupaten Ngawi. Sumarsih menyampaikan bahwa, ia ikhlas untuk mundur dari peserta PKH.

“Saya sudah tidak layak lagi menerima bantuan tersebut, ada hak orang lain yang lebih layak menerima dibanding saya,” ungkapnya.

Empat Warga Desa Dero Penerima PKH Graduasi

Rumsiyah, pendamping PKH Kecamataan Bringin yang bertugas di Desa Dero, mengungkapkan bahwa, terdapat empat orang penerima PKH yang sudah mengundurkan diri (graduasi).

“Benar mas, ada empat orang warga Desa Dero sudah meminta mundur dari penerima PKH yaitu Ibu Sarmi, Ibu Sukiyanti, Ibu Marijem ketiga ibu ini alamatnya di Dusun Kaliwangon dan yang satu adalah ibu Sumarsih dari Dusun Tegal Duwur ,mereka dengan kesadaran diri untuk mundur dari penerima bantuan, karena mengganggap sudah tidak layak lagi menerima bantuan PKH,” ungkapnya.

Sementara itu,  Kasi Kesejahteraan Sosial Kecamataan Bringin, Shinta S.E, merasa terharu dan tersentuh dengan apa yang sudah dilakukan ibu-ibu penerima PKH Desa Dero.

Ia sangat mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh para ibu-ibu KPM PKH, yang meminta mundur dari keanggotaan, karena mengganggap sudah tidak layak lagi, walaupun secara kasat mata dari sebagian mereka kita anggap masih sangat layak untuk menerima bantuan.

“Namun dengan modal keyakinan yang sungguh-sungguh, dalam diri pribadi mereka inilah yang patut kita beri apresiasi yang luar biasa kepada mereka, tentunya akan menjadi pertimbangan buat kami ke kabupaten, untuk dapat diusulkan apabila ada program-program pemberdayaan ataupun semacam modal usaha untuk mereka baik itu dari provinsi maupun dari pusat, apalagi jika kondisi mereka memang masih dalam kondisi labil secara ekonomi atau dengan istilah rentan miskin,” ungkapnya.

Dengan mundurnya dua penerima PKH atas kesadarannya sendiri itu, ia merasa bersyukur dan mendoakan agar keluarganya lebih berkah dan rezekinya melimpah.

Shinta berharap, akan ada lebih banyak lagi warga yang dengan penuh kesadaran mau mengundurkan diri, karena artinya mereka itu sudah lebih sejahtera.

“Dalam Islam kan yang tadinya mustahik kan lebih baik bisa menjadi muzaki. Semoga lebih berkah dan rezekinya tambah banyak,” tambahnya.

Di akhir kegiatan, Kasun Tegal Duwur, Suparno selaku wakil Pemerintah Desa Dero menyampaikan permohonan maaf, karena Kades Dero tidak bisa ikut kegiatan ini di karenakan ada tugas penting lain yang tidak dapat di tinggalkan dan beliau hanya menitip pesan kepadanya.

” Pak Kades mengucapkan terima kasih kepada masyarakat penerima PKH Desa Dero yang mengundurkan diri secara ikhlas dan tidak ada unsur paksaan dari pihak manapun. Diharapkan gerakan graduasi mandiri kali kedua di Desa Dero ini akan menjadi perhatian bagi para KPM lainnya untuk sadar khususnya bagi mereka yang memang sudah mampu dan berkecukupan secara ekonomi dan penghasilan tanpa harus kami lakukan graduasi paksa,” pungkasnya.