Usaha Kripik Dusun Cupo, Dipesan Sampai ke Arab Saudi

Usaha kripik tempe milik Budi Purnomo (Foto: Pemdes Grudo)

CUPO, Ngawi — Tempe adalah salah satu makanan yang sangat populer di masyarakat. Salah satu olahan dari tempe adalah kripik tempe.  Bagi masyarakat ngawi, Kripik Tempe bukan hal yang asing. Selain sebagai salah satu kuliner khas, terdapat banyak industri rumah tangga yang merupakan salah satu andalan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Grudo. Selain proses pembuatan yang tidak begitu rumit, usaha ini mampu meraup keuntungan yang cukup menjanjikan.

Usaha kripik tempe tidak membutuhkan modal yang cukup besar. Untuk pembuatan dengan skala kecil dengan tenaga sendiri, hanya membutuhkan modal kurang dari Rp2,5 juta. Hal tersebut, menjadi peluang usaha bagi masyarakat yang belum memiliki pekerjaan. Karena bisa menjadi sebuah alternatif usaha dengan modal sedikit dan hasil yang menjanjikan.

Peluang usaha ini yang membuat Budi Purnomo, salah satu pemilik usaha kripik tempe dengan merk dagang Bima Sena untuk menekuni usaha kripik tempe.

Kripik tempe Bima Sena, beralamat di Jalan M. Duryat, Dusun Cupo, Desa Grudo, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan jumlah produksinya. Usaha kripik tempe ini berhasil menyerap 6 orang tenaga kerja, hal tersebut membuktikan bahwa usaha di Desa Grudo menunjukkan prospek yang bagus terutama untuk usaha kuliner khususnya usaha kripik tempe.

Dipesan Sampai ke Arab Saudi

Budi Purnomo, mengungkapkan bahwa usahanya merupakan usaha keluarga dan masih tergolong baru, tetapi mampu bersaing dipasaran.

“Bima Sena adalah usaha kripik tempe keluarga. Memang kalau di banding dengan usaha kripik tempe yang ada di Dusun Cupo, merk dagang Bima Sena termasuk pendatang baru. Namun alhamdulillah mampu bersaing dalam pemasaranya. Bahkan  beberapa waktu lalu ada pemesan yang domisilinya di Arab Saudi,” terangnya.

Selain usaha kripik tempe ia juaga memiliki usaha pengadaan bahan bangunan untuk perumahan. Ia mengungkapkan, pemasaran kripik tempe, sama seperti kompetitor pada umumnya.

“Kalau masalah pemasaran produk, tentu tidak beda jauh dengan usaha kripik tempe lain. Dari pencantuman alamat dan nomor telepon di bungkus produk, melalui medsos dan dari mulut ke mulut,” jelasnya.

Usaha kripik tempe, tambahnya, cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

“Mengenai pendapatan dari usaha ini saya kira cukup untuk memenuhi kebutuhan pengeluaran keluarga. Dari biaya untuk anak sekolah yang masih SMP dan kuliah, sampai pengeluaran yang lain. Dan Alhamdulillah masih bisa nabung sekitar 2 Jt tiap bulannya,” pungkasnya.