Warga Dusun Cupo Bangun Jalan Alternatif, Pengadaan Paving dan Talut Penahan Tanah Telan Dana 300 Juta

Warga Dusun Cupo saat membangun jalan alternatif (Foto: Pemdes Grudo)

CUPO, Ngawi — Faslilitas jalan, sangat dibutuhkan masyarakat desa. Selain menjadi sarana mobilisasi, adanya akses jalan yang memadai mempermudah distribusi kebutuhan masyarakat. Seperti halnya di Dusun Cupo, Desa Grudo, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi wilayahnya menjadi sangat penting karena adanya akses jalan poros desa.

Tentu menjadi keuntungan tersendiri bagi penduduknya yang mayoritas memiliki usaha dibidang perdagangan. Dengan banyaknya warga yang melintas akan mempermudah dalam pengelolaan marketing.

Namun di balik sentralnya keberadaan Dusun Cupo, sering terjadi persoalan ketika warganya berniat melaksanakan hajat keramaian. Terutama yang bermukim di seputar jalan utama. Rata-rata mereka harus menggunakan jalan sebagai tempat untuk mengadakan keramaian. Namun disisi lain akan berdampak mengganggu pemakai jalan.

Berawal dari persoalan itulah Desa Grudo membangun jalan tembus sebagai alternatif ketika jalan utama ditutup. Pembangunan tersebut menyerap anggaran yang bersumber dari tiga pendapatan dengan nominal Rp300 juta.

Pendapatan pertama bersumber dari dana Desa sebesar Rp100 Juta. Kemudian, dari bantuan keuangan Daerah sebesar Rp100 juta dan dari Provinsi sebesar Rp100 juta.

Pengadaan Paving dan Talut Penahan Tanah

Triono, Kades Grudo, mengungkapkan bahwa, sejumlah dana yang diserap pada tahun anggaran 2019 tersebut dialokasikan untuk pengadaan paving dan talut penahan tanah.

“Dengan terlaksananya jalan tembus makam, warga Dusun Cupo sudah tidak perlu khawatir mengadakan hajatan di area jalan utama khususnya RW 1,” terangnya.

Keberadaan jalan tembus ini sebenarnya sudah dirintis sejak beberapa tahun lalu dengan diurugnya lahan non produktif yang membelah kuburan Dusun Cupo tengah. Namun mengingat besarnya anggaran yang harus dialokasikan, Pemerintah Desa Grudo memutuskan pembuatan jalan tembus dilakukan bertahap.