Paradigma Baru Demokrasi

Opini_Sengaja saya menulis ini karena hiruk pikuk pilkada. Spanduk Anti Kotak Kosong bertebaran, begitu juga spanduk Kotak Kosong. Kalau kita mencermati perkembangan medsos semakin fulgar seruan Kotak Kosong atapun yang Anti Kotak Kosong. Apakah selama ini kita melewatkan apa yang sebenarnya menjadi akar masalah ? Bahwa ujung dari Pilkada adalah disepakatinya pemimpin yang akan memimimpin suatu daerah.

Tugu Kartonyono Kota Ngawi

Kalau boleh kita tarik mundur sekitar abad 14 yang lalu, muncul sebuah pemikiran bahwa pemimpin itu dilahirkan. Dengan kata lain takdir sudah menentukan seseorang menjadi pemimpin sejak lahir. Lama kelamaan pemikiran dan pandangan tentang hal itu mulai terkikis. Masyarakat mulai beranggapan bahwa seorang pemimpin adalah hasil dari sebuah proses. Dengan kata lain bahwa seorang pemimpin dapat dibentuk dengan proses belajar.

Waupun tidak sedikit yang masih percaya bahwa seorang pemimpin sangat berkaitan erat keturunan atau di lahirkan. Hal serupa dapat dicermati pada filosofi Jawa dengan “Bibit, Bobot dan Bebet”. Bibit memiliki makna dari garis keturunan (dari keluarga mana dilahirkan). Bobot memiliki makna kualitas diri atau kemampuan personal, sedangkan Bebet memiliki makna pembawaan atau penampilan.

Semisal kita merunut pemimpin dari tingkat terendah; Kades, Bupati, Gubernur dan Presiden dalam pikiran saya bagaimana mereka (masyarakat red) memaknainya. Yang saya khawatirkan semua itu dimaknai sebagai sebuah pekerjaan.

Menurut Yusuf al-Qardhawi, kerja adalah suatu usaha yang dilakukan seseorang, baik sendiri atau bersama orang lain, untuk memproduksi suatu komoditi atau memberi jasa. (mendapatkan hasil/imbalan)

Sedangkan pemimpin/kepemimpinan memiliki beberapa difinisi antara lain: Umaro atau ulil amri yang bermakna pemimpin negara (pemerintah), Amirul ummah yang bermakna pemimpin (amir) ummat, Al-Qiyadah yang bermakna ketua atau pimpinan kelompok, Al-Masâuliyah yang bermakna penanggung jawab, dan Khadimul ummah yang bermakna pelayan ummat

Dapat juga pemimpin dimaknai sebagai kerelaan untuk menderita. Mengapa ? Secara filosofis seharusnya dalam diri seorang pemimpin kesejahteraan masyarakatlah yang utama selain harus bisa menjadi panutan, menjadi penyelaras, menjadi pemberdaya dan mampu menciptakan kemajuan.

Dari hal di atas, dapat disarikan bahwa pemimpin adalah orang yang ditugasi atau diberi amanah untuk mengurusi permasalahan ummat (baca masyarakat) dengan memberikan perhatian yang lebih dalam upaya mensejahterakan umatNya. Sebab seorang pemimpin sebelum menjabat akan disumpah dengan atas nama Tuhan. Kalau amanat Tuhan ini berhasil pasti akan dikenang masyarakat dan tentunya Pahala dari Tuhan. Sedangkan Pekerja (pekerjaan) hubunganya akan lebih pada personal.

Kalau kita rajutkan fenomena Pilkada dengan adanya ajakan (kampanye red) Kotak kosong menurut saya itu adalah sebuah kegagalan proses kompetisi dalam demokrasi. Mengapa saya katakan demikian, untuk menjadi bakal calon Bupati/Gubernur memiliki jalur Partai dan Independen.

Ketika yang muncul hanya calon tunggal ini bisa menjadi sebuah tesis bahwa tidak adanya figur/sosok yang memiliki keberanian, berkemauan dan berkopetensi.

Katakan sajalah tidak mendapat dukungan dari partai (perlu diperdebatkan lagi alasannya) masih bisa dari jalur independen. Menjadi sangat absurd ketika telah di tetapkan calon tunggal ada beberapa kelompok yang mengkapanyekan Kotak Kosong. Kalau boleh saya analogikan dengan sebuah turnamen olah raga, mengkapanyekan Kotak Kosong sama hanya dengan mendukung tim yang tidak bertanding.

Ditulis oleh : Pemerhati Ngawi Ramah

4 thoughts on “Paradigma Baru Demokrasi

  1. Bacaan yg adem dan mencerahkan. Nice, selain memaknai sebuah alur demokrasi dan kepemimpinan. Membaca ini semakin membuka pikiran kita untuk lebih luas berpikir apa itu sebagai pemimpin dan apa itu sebagai masyarakat sebelum menilai suatu hasil.

  2. Dinikmati saja sebagai proses demokrasi min..kotak kosong ada jg berdasar ketentuan UU sbg konsekuensi paslon tunggal..kl kampanye itu harusnya berisi penyampaian visi misi..jadi kalo kampanye kotak kosong berisi apa 😉🙏

Add Comment