Mengendalikan Tikus Tanpa Merusak Ekosistem

Meningkatnya serangan Tikus terhadap tanaman padi belakangan ini turut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Ngawi secara umum dan Pemerintah Desa Talang khusunya. Dalam rangka membantu petani untuk mengendalikan serangan tikus pemerintah desa menganggarkan dana untuk mendirikan rumah burung hantu dibeberapa blok sawah di Desa Talang dari Dana Desa tahun 2021.

Menurut penuturan Kepala Desa Talang (Heru Agus Budianto) “diharapkan keberadaan rumah burung hantu ini dapat membantu petani dalam mengendalikan hama tikus, dengan demikian secara tidak langsung produktifitas hasil pertanian akan meningkat. Mengingat belakangan ini serangan tikus terhadap lahan pertanian sangat dikeluhkan oleh petani”.

Rumah Tyto Alba

Tyto Alba bagitu nama latin burun hantu yang sering dikenal di Jawa. Pemerintah Desa membuat rumah burung hantu di delapan titik blok sawah. Burung hantu sangat efektif untuk pengendalian hama tikus. Lebih efektif bila dibanding dengan racun tikus. Sebagai predator alami sepasang burung hantu memiliki wilayah teretorial lebih kurang 25 Hektar. Dalam waktu satu tahun satu ekor Burung hantu mampu memakan lebih kurang 1300 tikus. Kelebihan lain memanfaatkan Burung hantu ini adalah tidak merusak ekosisten alam.

Tyto Alba memiliki kebiasaan berburu dari petang hari hingga pagi hari, sehingga pada saat siang hari burung ini sanghat jarang kita temui. Salah satu ciri yang mudah di kenali adalah mata yang lebar bersinar pada malam hari dan kepalanya dapat berputar 1800 untuk mengawasi mangsanya

Di beberapa tempat pengendalian hama tikus yang menggunakan listrik “setrum” justru mengakibatkan hal yang sangat fatal terkait keselamatan jiwa manusia. Sehingga pemanfaatan Burung hantu ini dipandang sangat efektif dan murah

Dengan berbagai lelebihan inilah pemerintah berinisiatif membangun sarang burung hantu agar membantu masyarakat dalam mengendalikan tikus yang sering melanda tanaman masyarakat. Mengingat bukan hanya padi saja yang dirusak oleh tikus akan tetapi tanaman ketela, jagung, bahkan kedelai juga menjadi sasaran tikus.

 

Add Comment